Thursday, December 5, 2013

Oknum TNI VS Polantas di Perempatan Traffic Light

Di daerah tempat saya tinggal, saya memiliki tempat-tempat favorit untuk saya kunjungi jika saya membutuhkan ketenangan, dimana tempat tersebut cukup jauh dari keramaian kota dan jauh dari asap polusi kendaraan. Biasanya saya mengunjungi tempat tersebut di pagi hari, bahkan terkadang jika tingkat stres yang melanda saya cukup parah saya akan mendatangi tempat tersebut setelah saya melaksanakan sholat subuh, berburu embun yang sangat sejuk, kemudian setelah itu menanti sunset yang indah.

Pagi ini saya mengnjungi satu dari tempat tersebut menggunakan kendaraan roda dua, akses kesana tidak terlalu jauh dan nama daerah tersebut adalah "Lubuk raja" daerah pemekaran beberapa tahun lalu, disana masih sangat sedikit sekali penduduk, dan daerah ini juga merupakan jalur alternatif ke desa selanjutnya, di tepi jalan yang sdah mulai rusak tersebut hanya ada beberapa rumah penduduk,hutan dan perkebunan karet milik warga, jalan yang berliku dan memiliki tanjakan-tanjakan yang cukup tinggi, sehingga bisa melihat daerah sekitar yang cukup jauh, embun di daerah ini, sangatlah sejuk.

Sebelum memasuki daerah tersebut perjalanan akan melewati sebuah perempatan jalan lintas, yang sebenarnya belum terlalu ramai di pagi hari, dan di perempatan ini pun belum lama di pasang traffic light, karena mungkin masyarakat belaum terlalu taat dengan rambu-rambu tersebut, pemerintah terkait menugaskan satu atau dua orang polantas untuk berjaga-berjaga di tempat tersebut. Begitu saya sampai di perempatan itu,saya di hadang lampu merah yang menandakan saya harus berhenti sejenak, tak lama kemudian lampu tersbut berubah menjadi kuning, dan hijau, saya dan orang-orang di jalur tersebut pun melaju kendaraan, namun saya dan beberapa orang di belakang saya di buat kaget karena dari arah berlawanan meluncur sebuah kendaraan roda dua dengan cukup cepat, sebelum waktunya, melanggar lampu merah.

Saya mengurangi kecepatan, dan sedikit menoleh ke belakang mengikuti kendaraan yang melanggar tersebut, "oohh TNI rupanya" sejurus kemudian saya melemparkan pandangan kepada polantas yang berjaga di perempatan tersebut, saya melihat polantas tersebut juga ikut kaget, dan yang menambah kekagetan saya adalah Polantas tersebut tidak melakukan tindakan sedikitpun, entah itu teguran ataupun tilang, Inilah yang membuat orang-orang diperempatan tersbut secara spontan berteriak menghujat polantas tersebut, "wooo, brengsek, giliran masyarakat pasti sudah di tilang, tilaang doong" Polantas tersebut diam, mungkin malu atau juga merasa bersalah, entahlah.

1 comment:

  1. Ya.kaihan polantas nya....karena kelihatan nya tni tidak pernah taat hukum di negara hukum ini😞

    ReplyDelete