Tuesday, January 28, 2014

Cinta Monyet & Panggilan Sayang

Sepakat atau tidak, semua orang pernah melewati masa diri mereka jadi "MONYET" nah lhoo parah amat yaak ?
sebenernya sih ini khusus mereka yang pernah sekolah dan atau lagi sekolah sih.

"kok bisa gitu ?" yaa bisaa laah, duren aja dibelah bukan di bedong :D *apasih :D
sebenernya aku nulis dumelan ini karena keinget omongan guru Konseling waktu SMP dulu, "eh aku pernah SMP lhoo yaaa. jangan salaaah :)

entah ga tau apa asal muasalnya, sehingga kami yang lagi ngebahas tentang kenakalan remaja saat itu kebawa ke urusan "PACARAN" dan tiba tiba dengan kalimat yang tak terduga-duga :D guru Bp ku itu ngomong gini.

"Cinta anak seumur kalian itu baru cinta MONYET" astaga. buk ngapa bawa-bawa si monyet ? " salah kami apa ? hubungannya sama sii monyet apa ? " :D

nyeet, sing sabar ya nyet, dunia emang kejam. :D
sejurus setelah itu akhirnya aku menarik satu kesimpulan bahwa : Cinta orang yang masih umur belasan adalah cinta antara dua monyet, kejaaaamm

daaaannn, waaah kalo di liat-liat dari umurku sekarang, ternyata aku bukan lagi monyet :D sdah bermetafmorfosa jadi manusia yang sesungguhnya tentu kalo cinta yaaa cinta manusia, bukan cinta monyet lagi. tuul nggak ?
betul,betul,betul."

tapi, akhir2 ini aku di buat geli sendiri sama panggilan sayang orang pacaran. khususnya yang masih berstatus cnta monyet, kok bawa-bawa monyet terus sih ? :D

ok ok, setelah ini Monyet ga disebut lagi kok :) "

di fb, aku sering banget  ngeliat panggilan sayang orang ke pacarnya dengan panggilan ga lazim. Misal Keboo, yaa ampun ini kan hewan gendut banyak makan yang pemales ? masa iya sih mau pacaran sama orang kayak kebo ? "
"ada yang mau ? "

trus ada lagi yang manggil "Udel-ku" yaa ampuun apa lagi ini ? udel itu kan organ tubuh yang letaknya beberapa senti di atas ke... tiiiiiiiiiiiiiiiiiiittt (duh maaf di sensor ya) segitu kreatifkah anak muda di Indonesia ? sampe panggilan sayang nya segitu ? :D
sebernya banyak banget panggilan sayang orang2 pacarn yang menurut ku lumayan Abnormal :D , males untuk dibahas :D

atau, jangan-jangan. semoga ga terjadi deh. nanti ada yang manggil pacarnya dengan panggilan gini.

biiii, baa bii ku syaang, atau njiing an jingku syaaank, atau juga aiii, taaiii ku sayaank atau Buuu, baa buu ku sayang, sini gih cuciin kaki ku, kakiku kotor nh. ooww oowww ooww :D

semoga ga separah yang aku duga lah :)

guys, ini cuma Dumelan yaa, bukan apa-apa bukan mau ngurusin monyet2 kalian,kebo2 kalian atau udel2 kalian :D kalo suka baca yaaa monngo baca, mau komen yaa monnggo komentar, mau share juga boleh. asal jangan arogan yaaa ntar jadi monyeet beneran :D :D

#Dumelan.mastris

Balada Karyawan Muda






Mungkin sudah tradisi, mungkin juga rahasia umum seorang pelajar yang telah siap atau tidak untuk meninggalkan bangku sekolah pontang-panting cari dan kerja kesana kemari, membawa alamat :D sebagian jungkir balik belajar supaya di terima di PTN, atau kalau ada yang beruntung bisa kuliah di PTN swasta berkualitas bagus.

Aku adalah satu di antara jutaan orang di Republik ini yang tidak beruntung itu. kuliah belum siap ini itu, kerja mau kerja apa ?

dan ternyata, cari kerja tak sesulit yang aku bayangkan sebelumnya, berbekal ijazah dan 17 sertifikat ini itu yang aku dapatkan di bangku sekolah memudahkan aku di terima kerja setiap aku mengajukan lamaran kerja di kantor2 yang karyawannya terlihat kereeen? bersih dan wangi. sekaligus memudahkan aku tertimpa kesialan-kesialan ekonomi yang tak terduga. :)

Kenapa aku melamar kerja di kantor2 perusahaan swasta dan akhirnya di terima adalah karena dorongan dari ibuku yang katanya gag enak dilihatorang kalo ga kerja, oohhh ibuuu.

padaahalll dengan menjadi pekerja mandiri aku bisa ngumpulin uang sampe kurang lebih di atas 2 juta, ga buruk doong untuk ukuran single man sepertiku ? :D

setelah akhirnya upaya menyenangkan orang tua dengan bekerja d perusahaan swasta terwujud, barulah aku merasakan akibatnya, sial bukan buatan, gimana nggak sial.tadinya aku yang kerja serabutan bisa ngumpulin uang kurang lebih 2 juta, harus puas dengan gaji 700 ribu rupiah tak lebih. apakah ini keren ? enggak sama sekali guys, ngenes iyaaa :D

Bahkan aku juga nggak abis pikir sama kemampuan bertahan temen2 yang menjadi pekerja honorer di pemerintahan, dengan pakaiaan ala pemerintahan yang keliatan wahwah dan keren banget mereka mau-maunya kerja TANPA DIBAYAR di awal2 kerja.

"trus bensin ? biaya makan ? biaya kalo pengen beli pulsa ? siapa yang tanggung " ?

"yaa masih minta orang tua-katanya' wahwah kereen, pikirku, aku baru tau dimana letak kerennya jadi pegawai honorer di permerintahan.

"ternyata kerennya adalaaaaahhh jjeeeng jeeeeeng :D Bisa kerja tanpa Imbal, keren ? kereeenn doong. yang aku liat dari kaum2 yang sebenernya ngenes itu rupaya tak lain tak bukan adalah "GENGSI" ampun deh, begitu kuat tenaga magis dari gengsi ini kawan, sehingga mampu membuat orang yang memegang prisnsip tersebut kerja keras , tanpa bayaran. kalaupun dibayar kalian tetep ngenes nerimanya,

"aku ngomong gini diluar konteks ga bersyukur lhoo" kalo kalian bisa nghasilin uang dengan kerja ga keren dan bisa bantu orang tua sedikit why not ? ketimbang kerja keren ga produktif ?

Cuih persetan gengsi guys, kalo pun belum bisa bantu keuangan orang tua, minimal kan kita sama sekali ga ikut nyusahin keuangan keluarga lagi. tuul ndak ?

aahh ini cuma dumelan lhoo, bukan mau sook pinter atau ini itu. yang jelas guys. gengsi ga bakal ngasih kalian duit. sumpah ana zuzur :)

Thursday, January 2, 2014

2014. Memperbaiki Diri, Memperbaiki Indonesia

Banyaknya pendapat pakar dan ramalan yang merebak menjelang akhir pergantian tahun membuat saya sedikit gatal untuk meluapkan isi benak saya, Melalui tulisan yang entah dibaca atau tidak oleh orang yang menjangkau tulisan saya tersebut. yang terpenting bagi saya saat ini adalah menyembuhkan gatal tersebut.

Melihat perekonomian negeara kita yang terseok memasuki 2014 memaksa kita (sebagai bagian kecil dari bangsa yang besar ini) untuk ikut berupaya menyumbangkan tenaga serta fikiran sebagai andil nyata bahwa kita juga mencintai negara ini. Tidak hanya melulu melemparkan tanggung jawab tersebut kepada para pemimpin yang siap atau tidak akan segera menanggalkan tonggak kepemimpinannya.

Rasanya tak ada waktu untuk melihat mereka (calon/pemimpin baru)  mempersiapkan diri demi perubahan bangsa ini. Adalah Kita, penyumbang terbesar dari perubahan tersebut. mengupayakan bersama perubahan dan kemajuan bangsa ini, dari segala titik, dari segala sendi. mengingat pesan Bung Karno " Aku titipkan Bangsa Ini Kepada-mu.

Mungkin sekian dari kita akan menyangkal pesan tersebut, menyangkal kebesaran makna yang ada didalamnya. menyangkal bahwa kita adalah bagian dari negara yang besar ini serta menyangkal bahwa kita ikut bertanggung jawab akan perubahan bangsa ini. Banyak dari kita yang tidak menyadari besarnya energi yang timbul dari kemungkinan kecilnya energi perubahan yang akan kita sumbangkan.

Memperbaiki Diri adalah langkah awal yang paling mungkin dilakukan setiap ia yang menginginkan perbaikan di sana-sini dalam kehidupan. Seperti kata orang bijak, "jika kita tidak mampu merubah dunia dan orang lain, maka perbaikilah diri sendiri, sesungguhnya itu adalah cara paling ampuh memperbaiki dunia.
Sumber : Blog Saya yang lain