Meski aktivitas Gunung Kelud menurun, statusnya masih awas. Namun, kondisi ini tak menyurutkan warga untuk kembali rumah.
Kebanyakan warga yang memilih bertahan di rumah
karena ingin menjaga harta benda dan ternak yang belum terselamatkan
saat Kelud erupsi.
"Ingin lihat rumah, ternak. Takutnya ada yang
menjarah. Karena waktu pas meletus ada yang mau jarah," kata salah
seorang warga, Teguh, Minggu (16/2/2014).
Warga Desa Sugih Waras,
Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, itu mengatakan kembalin ke rumah
juga untuk membersihkan atap dari abu vulkanik. Pembersihan itu
dilakukan khawatir hujan datang dan merobohkan rumah.
"Ya, sambil bersih-bersih. Takut roboh kalau hujan. Kemarin sudah ada rumah warga yang roboh, dapurnya habis semua," lanjutnya.
Sementara
Camat Ngancar, Ngaseri, mengatakan pihaknya memang menganjurkan para
pria dewasa untuk kembali ke rumah siang hari. Gunanya untuk
membersihkan rumah dari abu.
"Kita minta itu. Takutnya kalau hujan datang seperti kemarin kan lebih bahaya, bisa ambruk rumah," kata Ngaseri.
Dirinya
juga mengakui ada pihak tak bertanggung jawab yang ingin mencuri rumah
warga saat erupsi. 2 Lelaki tertangkap basah warga saat akan masuk ke
salah satu rumah kosong.
"Iya, lalu ditangkap warga didata, lalu
disuruh pulang. Karena itu bukan warga asli sini. Kita lihat kondisi
juga lagi bencana jadi lebih baik kita pulangkan," tandasnya. (Yus)
Baca juga : Komentar Ustad Hariri

No comments:
Post a Comment