
Datang
dengan harga mahal, pemain Arsenal, Mesut Ozil belakangan menjadi
sorotan publik Emirates Stadium. Pemain asal Jerman itu disebut tidak
lagi mampu memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
Di awal
musim, mantan pemain Real Madrid itu tampil menjanjinkan. Tidak sedikit
yang memprediksi, pemain mungil itu mampu memenuhi harapan publik
Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar. Namun ramalan itu seolah meleset.
Kritik
untuk Ozil mencapai puncaknya saat dia gagal mengeksekusi penalti di
leg 1 babak 16 besar melawan Bayern Munich. Kegagalan itu dinilai
meruntunhkan mental bertanding Arsenal saat menjamu Bayern di Emirates
pertengahan pekan lalu.
Saat pertandingan melawan Sunderland di
ajang Premier League, pemain berharga 47 juta euro atau Rp 706 miliar
itu diparkir Wenger. Dia hanya duduk di tribun penonton. (Selengkapnya
baca:
Pemain Termahal Arsenal kini hanya Jadi penonton)
Rekan
satu tim Ozil di Jerman, Thomas Mueller coba mengungkapkan alasan
menurunnya performa Oezil di Arsenal. Menurut pemain Bayern Munich itu,
Ozil masih butuh adaptasi dengan padatnya agenda pertandingan Premier
League. Menurunnya mental bertanding kini menjadi 'musuh' utama Ozil.
Terlebih, saat Natal tiba para pemain justru berada di momen penting
dalam kompetisi.
"Sangat sulit bagi pesepakbola profesional di
Inggris. Pertandingan di sana jauh lebih banyak dan tidak ada libur
musim dingin," ujar pemain 24 tahun itu.
Mueller merasa, tubuh
mungkin bisa mengatasi kelelahan karena ketatnya agenda pertandingan.
Tapi tidak dengan kondisi mental. "Tidak mudah buat Oezil menghadapi itu
semua. Saya memahami kemampuannya dan berharap dia kembali menunjukkan
bentuk terbaiknya lagi." (Rej) - See more at:
http://m.liputan6.com/bola/read/835405/striker-bayern-komentari-performa-buruk-ozil-di-arsenal#sthash.J6VhgYfX.dpuf
Datang
dengan harga mahal, pemain Arsenal, Mesut Ozil belakangan menjadi
sorotan publik Emirates Stadium. Pemain asal Jerman itu disebut tidak
lagi mampu memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
Di awal
musim, mantan pemain Real Madrid itu tampil menjanjinkan. Tidak sedikit
yang memprediksi, pemain mungil itu mampu memenuhi harapan publik
Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar. Namun ramalan itu seolah meleset.
Kritik
untuk Ozil mencapai puncaknya saat dia gagal mengeksekusi penalti di
leg 1 babak 16 besar melawan Bayern Munich. Kegagalan itu dinilai
meruntunhkan mental bertanding Arsenal saat menjamu Bayern di Emirates
pertengahan pekan lalu.
Saat pertandingan melawan Sunderland di
ajang Premier League, pemain berharga 47 juta euro atau Rp 706 miliar
itu diparkir Wenger. Dia hanya duduk di tribun penonton. (Selengkapnya
baca:
Pemain Termahal Arsenal kini hanya Jadi penonton)
Rekan
satu tim Ozil di Jerman, Thomas Mueller coba mengungkapkan alasan
menurunnya performa Oezil di Arsenal. Menurut pemain Bayern Munich itu,
Ozil masih butuh adaptasi dengan padatnya agenda pertandingan Premier
League. Menurunnya mental bertanding kini menjadi 'musuh' utama Ozil.
Terlebih, saat Natal tiba para pemain justru berada di momen penting
dalam kompetisi.
"Sangat sulit bagi pesepakbola profesional di
Inggris. Pertandingan di sana jauh lebih banyak dan tidak ada libur
musim dingin," ujar pemain 24 tahun itu.
Mueller merasa, tubuh
mungkin bisa mengatasi kelelahan karena ketatnya agenda pertandingan.
Tapi tidak dengan kondisi mental. "Tidak mudah buat Oezil menghadapi itu
semua. Saya memahami kemampuannya dan berharap dia kembali menunjukkan
bentuk terbaiknya lagi." (Rej) - See more at:
http://m.liputan6.com/bola/read/835405/striker-bayern-komentari-performa-buruk-ozil-di-arsenal#sthash.J6VhgYfX.dpufyui
Real Madrid berhasil mengalahkan El Che
tiga gol tanpa balas pada pekan 25 Primera Division di Santiago
Bernabeu, Sabtu (22/2) malam WIB. Tiga gol Real Madrid masing-masing
diciptakan oleh Asier Illarramendi (34'), Gareth Bale (72') dan Isco
(81).
Bermain tanpa megabintang, Cristiano
Ronaldo, Real Madrid tetap bisa menguasai permainan. Namun anak asuhan
Carlo Ancelotti itu harus menunggu hingga menit ke 34 untuk memecah
kebuntuan.
Gol perdana Real Madrid berawal dari umpan
Kepler Laveran Lima Ferreira yang mampu diselesaikan dengan sempurna
oleh Illaramendi. Skor 1-0 menutup babak pertama.
Real Madrid makin dominan di babak kedua.
Namun Madrid butuh aksi cemerlang Gareth Bale untuk menciptakan gol
kedua di menit 71. Pemain asal Wales itu mencetak gol lewat tendangan
jarak jauh yang menghujam deras ke gawang Elche.
Unggul 2-0, Real Madrid tidak mengendurkan
serangan. Selang 11 menit dari gol kedua, Madrid menambah keunggulan
lewat gol Isco yang baru masuk menggantikan Jesse Rodriguez di menit 74.
Skor 3-0 membuat Ancelotti tenang. Pelatih
berkebangsaan Italia itu memilih untuk mengistirahatkan dua pilar
utamanya, yakni Karim Benzema dan Xabi Alonso. Benzema digantikan
Morata, sedangkan Alonso digantikan Casemiro.
Tampil dengan pemain pelapis membuat
serangan Real Madrid kurang bergelombang. Hingga akhir pertandingan,
Real Madrid tetap menang dengan skor 3-0.
Kemenangan ini menempatkan Real Madrid sebagai pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 63 poin hasil 25 kali bertanding.
Namun posisi Madrid kemungkinan hanya
sesaat karena Barcelona baru akan memainkan pertandingan kelimanya di
kandang Real Sociedad, Minggu (23/2) dini hari WIB.
Sumber :
(abu/jpnn)
Gol Bale Bikin Takjub
Datang
dengan harga mahal, pemain Arsenal, Mesut Ozil belakangan menjadi
sorotan publik Emirates Stadium. Pemain asal Jerman itu disebut tidak
lagi mampu memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
Di awal
musim, mantan pemain Real Madrid itu tampil menjanjinkan. Tidak sedikit
yang memprediksi, pemain mungil itu mampu memenuhi harapan publik
Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar. Namun ramalan itu seolah meleset.
Kritik
untuk Ozil mencapai puncaknya saat dia gagal mengeksekusi penalti di
leg 1 babak 16 besar melawan Bayern Munich. Kegagalan itu dinilai
meruntunhkan mental bertanding Arsenal saat menjamu Bayern di Emirates
pertengahan pekan lalu.
Saat pertandingan melawan Sunderland di
ajang Premier League, pemain berharga 47 juta euro atau Rp 706 miliar
itu diparkir Wenger. Dia hanya duduk di tribun penonton. (Selengkapnya
baca:
Pemain Termahal Arsenal kini hanya Jadi penonton)
Rekan
satu tim Ozil di Jerman, Thomas Mueller coba mengungkapkan alasan
menurunnya performa Oezil di Arsenal. Menurut pemain Bayern Munich itu,
Ozil masih butuh adaptasi dengan padatnya agenda pertandingan Premier
League. Menurunnya mental bertanding kini menjadi 'musuh' utama Ozil.
Terlebih, saat Natal tiba para pemain justru berada di momen penting
dalam kompetisi.
"Sangat sulit bagi pesepakbola profesional di
Inggris. Pertandingan di sana jauh lebih banyak dan tidak ada libur
musim dingin," ujar pemain 24 tahun itu.
Mueller merasa, tubuh
mungkin bisa mengatasi kelelahan karena ketatnya agenda pertandingan.
Tapi tidak dengan kondisi mental. "Tidak mudah buat Oezil menghadapi itu
semua. Saya memahami kemampuannya dan berharap dia kembali menunjukkan
bentuk terbaiknya lagi - See more at:
http://m.liputan6.com/bola/read/835405/striker-bayern-komentari-performa-buruk-ozil-di-arsenal#sthash.J6VhgYfX.dpuf
Datang
dengan harga mahal, pemain Arsenal, Mesut Ozil belakangan menjadi
sorotan publik Emirates Stadium. Pemain asal Jerman itu disebut tidak
lagi mampu memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
Di awal
musim, mantan pemain Real Madrid itu tampil menjanjinkan. Tidak sedikit
yang memprediksi, pemain mungil itu mampu memenuhi harapan publik
Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar. Namun ramalan itu seolah meleset.
Kritik
untuk Ozil mencapai puncaknya saat dia gagal mengeksekusi penalti di
leg 1 babak 16 besar melawan Bayern Munich. Kegagalan itu dinilai
meruntunhkan mental bertanding Arsenal saat menjamu Bayern di Emirates
pertengahan pekan lalu.
Saat pertandingan melawan Sunderland di
ajang Premier League, pemain berharga 47 juta euro atau Rp 706 miliar
itu diparkir Wenger. Dia hanya duduk di tribun penonton. (Selengkapnya
baca:
Pemain Termahal Arsenal kini hanya Jadi penonton)
Rekan
satu tim Ozil di Jerman, Thomas Mueller coba mengungkapkan alasan
menurunnya performa Oezil di Arsenal. Menurut pemain Bayern Munich itu,
Ozil masih butuh adaptasi dengan padatnya agenda pertandingan Premier
League. Menurunnya mental bertanding kini menjadi 'musuh' utama Ozil.
Terlebih, saat Natal tiba para pemain justru berada di momen penting
dalam kompetisi.
"Sangat sulit bagi pesepakbola profesional di
Inggris. Pertandingan di sana jauh lebih banyak dan tidak ada libur
musim dingin," ujar pemain 24 tahun itu.
Mueller merasa, tubuh
mungkin bisa mengatasi kelelahan karena ketatnya agenda pertandingan.
Tapi tidak dengan kondisi mental. "Tidak mudah buat Oezil menghadapi itu
semua. Saya memahami kemampuannya dan berharap dia kembali menunjukkan
bentuk terbaiknya lagi - See more at:
http://m.liputan6.com/bola/read/835405/striker-bayern-komentari-performa-buruk-ozil-di-arsenal#sthash.J6VhgYfX.dpuf